di Posting Tanggal 20-May-2019 | dibaca : (31) kali | suka : (0)
 

Hal itu disampaikan Wabup Tapsel saat menjadi Inspektur upacara (Irup) pada peringatan Harkitnas Ke-111 di lapangan parade, Kantor Bupati Tapsel, Jalan Prof. Lafran Pane, Sipirok, Senin (20/5/2019).


            Upacara dihadiri, Dandim 0212/TS Letkol Inf. Akbar Nofrizal Yusananto, Ketua PN Padangsidimpuan Julius Panjaitan, Danyon 123/RW Letkol Inf. Rooy Chandra Sihombing, Danyon C Brimob AKBP Bravo Asena Siahaan, Sekda Tapsel Parulian Nasution, Ka. BNNK Tapsel AKBP Siti Aminah Siregar, perwakilan Kajari, para pejabat Pemkab Tapsel, para ASN Tapsel, siswa/siswi dari perwakilan sekolah, Instansi vertikal TNI dan Polri, Ormas, OKP dan undangan lainnya. Dalam amanat tertulis Menteri Komunikasi dan Informatika RI Rudiantara yang dibacakan Wabup Tapsel H Aswin Efendi Siregar mengatakan, peringatan Hari Kebangkitan Nasional Ke-111 tahun ini sangat relevan, jika dimaknai dengan teks sumpah palapa. Sumpah palapa merupakan embrio paling kuat bagi janin persatuan Indonesia. Wilayah Nusantara telah disatukan oleh Gajah Mada yang sekarang menjadi acuan bagi perjuangan para pahlawan nasional. Apalagi kita baru saja berada dalam situasi pasca pesta demokrasi yang telah menguras energi dan emosi sebagian besar masyarakat kita dan kita mengaspirasikan pilihan yang berbeda-beda dalam pemilu, namun semua pilihan pasti kita niatkan untuk kebaikan bangsa.

            "Telah lebih satu abad kita menorehkan catatan penghormatan dan penghargaan atas kemajemukan bangsa yang ditandai dengan berdirinya organisasi Boedi Oetomo, yang mana dalam kondisi kemajemukan bahasa, suku, agama, kebudayaan di tingkah bentang geografis merupakan salah satu yang paling ekstrem di dunia, namun kita mampu membuktikan dalam menjaga persatuan sampai detik ini," katanya. "Oleh karena itu, tak diragukan lagi bahwa kita pasti akan mampu segera kembali bersatu dari kerengganan perbedaan pendapat, dari keterbelahan sosial dengan memikirkan kepentingan yang lebih luas bagi anak cucu bangsa ini, yaitu persatuan Indonesia," ungkapnya. Tak hanya itu, peringatan Harkitnas kali ini juga dilangsungkan dalam suasana bulan Ramadhan, jadikan bulan suci ini untuk mengejar pahala dengan meninggalkan perbuatan-perbuatan yang dibenci Allah SWT seperti permusuhan dan kebencian, apalagi penyebaran kebohongan dan fitnah.

            Hingga pada akhirnya kita bisa seperti Mahapatih Gadjah Mada, mengakhiri puasa dengan hati dan lingkungan yang bersih berkat hubungan yang kembali fitri," tambahnya. Saya berharap, melalui peringatan Harkitnas ini jadikan moment untuk kembali menjalin persatuan dan kesatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sesuai dengan tema "Bangkit Untuk Bersatu". Setelah itu dilanjutkan tabur bunga ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Simago-mago Sipirok yang diikuti Forkopimda Tapsel yang bertujuan untuk mengenang perjuangan para pahlawan kita dalam merebut kemerdekaan dari bangsa penjajah. (Humas dan Protokol Tapsel)

        
 suka : (0)  |    dibaca : (31) kali
 
06-December-2016
KESEHATAN
06-December-2016
PERTANIAN
06-December-2016
PARIWISATA
05-December-2016
PENDUDUK
05-December-2016
KETENAGAKERJAAN
BPKPAD Kab. Tapsel
DPMPTSP Kab. Tapsel
BAPPEDA Kab. Tapsel
LAPOR!
LPSE Tapsel
Provinsi Sumatera Utara
siMAYA
PPID TAPANULI SELATAN
  • OS Anda : Unknown
  • Browser Anda : Unknown v.?
  • Pengunjung Hari kemaren : 31 pengunjung
  • Pengunjung Hari ini : 22 pengunjung
  • Pengunjung Sampai Hari ini : 212,650 pengunjung
  •