di Posting Tanggal 05-March-2019 | dibaca : (43) kali | suka : (0)
 

TAPSEL - Wujudkan pemilihan umum yang berintegritas agar pelaksanaan pemilu dapat berjalan dengan sukses. Hal tersebut disampaikan Bupati Tapsel H. Syahrul M. Pasaribu yang diwakili Sekda Tapsel Parulian Nasution saat menghadiri Sosialisasi Pengawasan Pemilu Tahun 2019 di Aula Hotel Sitamiang, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, Selasa (5/3).


            Kegiatan ini dibuka oleh Bupati Tapsel H. Syahrul M. Pasaribu yang diwakili Sekda Tapsel Parulian Nasution dan dihadiri Ketua Bawaslu Tapsel, seluruh Komisioner Bawaslu Tapsel, Koordinator Sekretariat Bawaslu Tapsel, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan tokoh pemuda. Bupati Tapsel H. Syahrul M. Pasaribu yang diwakili Sekda Tapsel Parulian Nasution dalam sambutannya mengatakan, saya atas nama Pemkab Tapsel mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya sosialisasi ini, semoga perwujudan demokrasi dapat lebih baik di Negara Republik Indonesia. "Negara Republik Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk Republik yang dipimpin oleh seorang Presiden yang juga disebut dengan presidential dan bukan parlementer walaupun didalamnya ada lembaga yang menangani parlemen," terang Parulian. Jadi di Negara Republik Indonesia ada tiga kekuasaan yang saling menghubungkan dan bukan saling terpisah yaitu adanya legislatif, eksekutif dan yudikatif.

            Oleh karena itu pada tahun 2019 ini kita akan dihadapi dengan pemilihan umum untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden serta para wakilnya di DPD, DPR, DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota. Sebagaimana amanat Undang-Undang Dasar Negara RI Tahun 1945. Sesuai dengan amanat itulah kita dapat menunjukkan bahwasanya negara Indonesia merupakan negara demokrasi yang disebut dengan demokrasi Pancasila. Adapun demokrasi pancasila menganut teori kedaulatan yang didalamnya ada kedaulatan rakyat dan rakyat itu berdaulat untuk memilih pemimpinnya tapi tidak terlepas dari kedaulatan hukum karena hukumlah yang tertinggi di negara republik Indonesia. Lanjut Parulian, untuk mewujudkan pemilu yang berintegritas, masyarakat perlu dilibatkan. Dengan tujuan, masyarakat lebih faham dan mengerti apa saja yang menjadi pelanggaran dalam penyelenggaraan pemilu. "Masyarakat harus aktif dalam melakukan pengawasan, agar pemilu nantinya berjalan dengan sukses. Pengawasan aktif oleh masyarakat harus lebih ditingkatkan," katanya. Sementara, Ketua Bawaslu Tapsel Dr. SL Simbolon, M.Ag, menyampaikan sosialisasi pengawasan lemilu partisipatif 2019 ini, utamanya untuk merangkul ormas yang ada di wilayah Kabupaten Tapsel, agar bersama-sama melakukan pengawasan dalam pemilu 2019 ini, supaya bisa berjalan aman dan sukses nantinya.

            “Bagi peserta yang ikut sosialisasi ini nanti kelapangan ada menemukan pelanggaran, baik dalam kampanye maupun pemasang atribut di tempat larangan, maka peserta sosialisasi dan ormas dan masyarakat segera laporkan kepada Bawaslu untuk bisa di tindak tegas jika ada unsur pelanggaran tersebut,” ujar SL Simbolon. Mengajak masyarakat dan ormas untuk mengawasi pelaksanaan pemilu Pileg dan Pilpres. Karena dengan melakukan sosialisasi ini maka masyarakat dan ormas dapat terlibat langsung mengawasi pelaksanaan pemilu. Dengan tema, ‘Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu’. Komisioner Bawaslu Tapsel Julianto selaku narasumber memaparkan materi terkait pengawasan partisipatif, potensi pelanggaran pemilu 2019, pengawasan kampanye berupa pencegahan kampanye, yaitu sara, hoax, money politik dan netralitas ASN. Sebelumnya ketua panitia sosialisasi Salman Fariz Harahap melaporkan, kegiatan sosialisasi pengawasan partisipasi ini merupakan program kerja Bawaslu untuk mensukseskan Pemilu 2019, sekaligus bertujuan untuk meningkatkan partisipatisi masyarakat dalam mengawasi penyelenggaraan pemilu 2019 dan mencegah terjadinya pelanggaran pemilu. Sosialisasi ini diikuti sekitar 100 orang peserta dari 11 ormas di Kabupaten Tapsel yakni, MUI, FKUB, PC NU, Muslimat NU, PD Muhamadyah, Muslimat Alwasliyah, BKMT, Muslimat Aisyah, Badan Koordinasi Antar Gereja (BKAG) dan Gereja Kristen Protestan Angkola. (Humas dan Protokol Tapsel)

        
 suka : (0)  |    dibaca : (43) kali
 
06-December-2016
KESEHATAN
06-December-2016
PERTANIAN
06-December-2016
PARIWISATA
05-December-2016
PENDUDUK
05-December-2016
KETENAGAKERJAAN
BPKPAD Kab. Tapsel
DPMPTSP Kab. Tapsel
BAPPEDA Kab. Tapsel
LAPOR!
LPSE Tapsel
Provinsi Sumatera Utara
siMAYA
PPID TAPANULI SELATAN
  • OS Anda : Unknown
  • Browser Anda : Unknown v.?
  • Pengunjung Hari kemaren : 32 pengunjung
  • Pengunjung Hari ini : 20 pengunjung
  • Pengunjung Sampai Hari ini : 209,912 pengunjung
  •