di Posting Tanggal 20-February-2019 | dibaca : (45) kali | suka : (0)
 

Tapsel - Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Syahrul M. Pasaribu mengajak kepada seluruh masyarakat agar dapat memanfaatkan dan memakmurkan masjid ini sebagai tempat ibadah untuk kehidupan keagamaan dan kemasyarakatan serta jaga kekompakan persatuan dan kesatuan demi terjalinnya ukhuwah islamiyah, hal itu disampaikannya pada saat meresmikan Masjid Luhur Sitorbis Desa Palsabolas, Kecamatan Angkola Timur, Rabu (20/2).


            Bupati Tapsel H. Syahrul M. Pasaribu dalam sambutannya mengatakan, saya mengucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada panitia pembangunan Masjid Luhur yang begitu tekun dan sabar sehingga pembangunan masjid ini dapat selesai dengan baik, ucapnya. Sesungguhnya masjid juga sebagai tempat pencerahan agama dan juga tempat lahirnya pemikiran-pemikiran yang cerdas maupun pemikiran yang jujur, jadi masjid tidak pernah dilakukan untuk tempat yang tidak baik seperti mengembangkan isu yang membuat perpecahan antar sesama maupun agama akan tetapi masjid dapat dijadikan sarana untuk berdiskusi dalam mencari solusi yang baik dan benar serta masjid juga sebagai sarana ukhuwah islamiyah dalam menjaga persatuan dan kesatuan, bukan tempat melahirkan perpecahan. Saya berharap kepada Nazir masjid dan BKMT untuk bersama-sama menjaga masjid ini dengan baik, apalagi masjid ini berada di koridor jalan nasional sehingga berpotensi digunakan oleh para musafir, harapnya.

            Apalagi kita pada beberapa waktu yang lalu telah memperingati hari santri nasional yang ke empat kalinya yang dimulai sejak tahun 2015 dengan dikeluarkannya Keputusan Presiden No. 22 tahun 2015 yang ditanda tangani oleh Presiden RI Joko Widodo pada tanggal 22 Oktober 2015. Hal itu merupakan wujud pengakuan pemerintah terhadap peran para ulama dan santri. "Oleh karena itu jadikanlah masjid ini sebagai wadah kita untuk menentukan kemajuan suatu bangsa serta pusat pembinaan umat, selain tempat beribadah umat Islam, masjid juga dapat kita manfaatkan sebagai wadah pembentukan karakter generasi penerus bangsa," pungkasnya. Begitu juga dengan masalah kuota haji karena pada waktu 3 tahun yang lalu kuota haji kita hanya sekitar 180.000 jadi pada saat kunjungan Raja Salman ke Indonesia maka terjadilah penambahan kuota haji Indonesia menjadi 200.000 setiap tahun yang diberi jatah kepada Indonesia berkat pendekatan pemerintah pusat melalui Presiden RI Joko Widodo kepada Raja Salman.

            Adapun untuk penggunaan dana desa pada tahun ini sudah mencapai 630 milyard lebih yang dimulai pada tahun 2015 sehingga pembangunan di desa dapat lebih merata itupun berkat nawa cita ke tiga Presiden RI Joko Widodo yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan. Sesungguhnya pemerintah itu satu yaitu pemerintah Indonesia adapun ditingkat nasional dipimpin oleh Presiden, kalau ditingkat Provinsi dipimpin oleh Gubernur dan untuk tingkat Kabupaten/Kota dipimpin oleh Bupati/Walikota sedangkan kalau ditingkat Desa/Kelurahan dipimpin oleh Kades/Lurah dibawah koordinasi Camat, jadi yang membedakannya adalah tugas dan tanggungjawab serta luas wilayahnya. Diakhir sambutannya Syahrul mengatakan, bahhwasanya pada beberapa tahun ini saya telah berusaha untuk membangun jalan ini supaya mulus dan apalagi ditahun 2019 ini, kita telah mendapat dana sebesar 51 milyard untuk 6 KM pembangunan jalan, adapun untuk 2,3 KM dari depan perpustakaan Prof. Lafran Pane hingga ke Pasar Sipirok sedangkan yang 3,7 KM lagi dimulai dari jembatan Sitorbis Desa Palsabolas sampai ke SPBU Pargarutan. "Selanjutnya mari kita jaga kekompakan dan persaudaraan antar sesama agama serta jalin persatuan dan kesatuan agar masyarakat Tapsel khususnya Angkola Timut selalu aman, damai dan kondusif." Ketua panitia pembangunan Masjid Luhur Sahri Siregar mengatakan, saya atas nama masyarakat mengucapkan terima kasih kepada bapak bupati yang telah berkesempatan hadir dalam rangka meresmikan Masjid Luhur ini, ucapnya. Sahri juga menjelaskan, pembangun Masjid Luhur yang berukuran 10 x 12 meter itu dilaksanakan selama dua tahun dengan menghabiskan biaya sekitar Rp. 2 milyard yang dimulai dari tahun 2016 s/d 2019. Biaya tersebut berasal dari bantuan Pemerintah Daerah sebesar 31 juta, swadaya masyarakat beserta sumbangan atau infaq para donatur lainnya, jelasnya. Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bupati Tapsel H. Syahrul M Pasaribu, yang ditandai dengan kumandang azan dan dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti disaksikan oleh Ketua MUI Tapsel dan mewakil Kapolres Tapsel. Turut hadir, Kadis Nakertrans Amros Karangmatua, Kaban Kesbangpol Hamdy S Pulungan, Ketua MUI Tapsel, mewakili Kapolres Tapsel, Kabag Humas dan Protokol Isnut Siregar, mantan Dirut BUMD TSM Syamsul Qamar, mewakili Camat Angkola Timur, tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh masyarakat Sitorbis. (Humas dan Protokol Tapsel)

        
 suka : (0)  |    dibaca : (45) kali
 
06-December-2016
KESEHATAN
06-December-2016
PERTANIAN
06-December-2016
PARIWISATA
05-December-2016
PENDUDUK
05-December-2016
KETENAGAKERJAAN
BPKPAD Kab. Tapsel
DPMPTSP Kab. Tapsel
BAPPEDA Kab. Tapsel
LAPOR!
LPSE Tapsel
Provinsi Sumatera Utara
siMAYA
PPID TAPANULI SELATAN
  • OS Anda : Unknown
  • Browser Anda : Unknown v.?
  • Pengunjung Hari kemaren : 31 pengunjung
  • Pengunjung Hari ini : 20 pengunjung
  • Pengunjung Sampai Hari ini : 212,648 pengunjung
  •