• Beranda
  • Pengumuman
  • Bupati Tapsel Tinjau Preservasi Jalan Batang Toru Sampai Batas Kota Padang Sidimpuan

TAPSEL - Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), Syahrul M Pasaribu, beserta rombongan, meninjau lokasi preservasi Jalan di kawasan Batang Toru hingga ke daerah perbatasan Padang Sidimpuan, Rabu (10/2/2021) pagi. Bupati menegaskan, program preservasi Jalan di kawasan itu sudah lama diperjuangkan Pemkab Tapsel.



Bupati Tapsel Tinjau Preservasi Jalan Batang Toru Sampai Batas Kota Padang Sidimpuan.

Bupati juga perintahkan Camat atau kepala desa setempat untuk mengawasi serta mem-backup preservasi Jalan di kawasan tersebut. Pihaknya juga meminta Camat dan perangkat pemerintahan setempat untuk dapat menyahuti berbagai usulan dari masyarakat khususnya preservasi Jalan yang merupakan program maupun koridor pemerintah pusat. "(Program) inilah salah satu yang disebut pola membangun kolaboratif dan membangun sinergitas (dengan masyarakat)," kata Bupati. Meski program preservasi Jalan itu adalah proyek pemerintah pusat, tidak boleh ada pemikiran dari Camat ataupun kepala desa bahwa ini tak menjadi tanggungjawabnya. Inilah yang disebut persatuan Indonesia, semua elemen masyarakat, baik itu tokoh setempat ataupun pemerintah, punya hak dan tanggungjawab untuk menjaga aset negara. "Kita (antara pemerintah dan masyarakat), punya tanggungjawab yang sama di sini. Yang membedakan kita hanya tugas dan tupoksinya saja. Masalah pengawasan dan pemeliharaan, kita punya kewajiban yang sama," terang Bupati. Jadi, jika ada masyarakat yang belum paham, maka kewajiban pemerintah melalui Kementerian PU dan PR untuk memahamkan hal ini. Bupati berharap, program preservasi Jalan itu dikerjakan dengan profesional dan baik.

Sementara, Pejabat Pembuat Komitmen 3.2 Provinsi Sumut, Rizky Ardhiani, menyebut, bahwa, preservasi ruas Jalan Batang Toru hingga perbatasan Kota Padang Sidimpuan itu direncanakan pengerjaannya mulai awal 2021 hingga 2022 atau selama 18 bulan. Sedang anggaran pembangunannya jika sesuai kontrak berkisar Rp137,1 miliar dan sumber dananya berasal dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Adapun preservasi Jalan dan Jembatan tersebut meliputi ruas jalan Batang Toru sampai batas Kota Padang Sidimpuan dengan pelebaran jalan sepanjang 10,72 kilometer, rehabilitasi jalan sepanjang 14,15 kilometer kemudian pemeliharaan berkala dan rehabilitasi jembatan sepanjang 72,7 meter, terang Rizky. "Sedangkan kontraktornya kebetulan dari BUMN. Tapi mereka (kontraktornya), JO (Joint Operation atau bermitra), dengan PT Nindya Pratama Ekspo. Tapi lead from-nya, PT Nindya Karya," kata Rizky.

Rizky juga membenarkan apa yang telah disampaikan Bupati sebelumnya, bahwa program ini sudah direncanakan sejak lama. Pihaknya berharap, akses tersebut dapat segera terbuka dan berjalan dengan sukses. Rizky yang mewakili Kementerian PU dan PR juga berharap, antara pihaknya dan Pemkab Tapsel dapat terus bersinergi dalam menyukseskan pengerjaan itu. "Jadi, misalnya mungkin nanti ada potensi, (gejolak) masalah lahan, ya kalau bisa nanti (antara Kementerian dan Pemkab Tapsel), bisa diselesaikan bersama," imbuh Rizky. Sebab, saat awal perencanaan preservasi Jalan itu, Rizky sempat tanyakan terkait penyelesaian lahan. Bahkan, Rizky sempat menanyakan apakah ada perjanjian hitam di atas putih sehingga lahan itu benar-benar siap dibangun. Namun, pimpinannya di Kementerian PU dan PR menyatakan, kalau tak ada perjanjian seperti itu. "Tapi Pemkab Tapsel telah berkomitmen untuk mendukung pembangunan (preservasi Jalan itu). Jadi, Insya Allah ke depan tidak ada masalah. Saya berpegang pada hal itu. Jadi, kami mohon ke depan dukungannya supaya pekerjaan ini bisa dituntaskan dengan lancar," tandasnya. Turut mendampingi Bupati, Kabag Humas dan Protokol Isnut Siregar, Plt. Camat Batang Toru Arman Pasaribu, Camat Angkola Barat Maruhum Hot Taufik, Kabid Bina Marga II Budi Amin, Lurah Simarpinggan Raja MP Harahap dan jajaran BBPJN Sumut. (Humas dan Protokol Tapsel)