TAPSEL-Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), H Syahrul M Pasaribu, SH, meresmikan Guest House Kebun Raya Sipirok Tapanuli Selatan, Senin (15/2) siang. Peresmian itu sebagai kelengkapan dari Kebun Raya Sipirok yang representatif sebagaimana arahan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) selaku pembina perkebunrayaan di Indonesia.



Bupati Tapsel Resmikan Guest House Kebun Raya Sipirok.

Dalam sambutannya, Bupati menyatakan, beberapa waktu lalu, pihaknya melakukan soft launching ataupun peresmian awal dari pintu gerbang Kebun Raya Sipirok dan Menara Pandang yang lokasinya berada dalam satu komplek. Pihaknya, juga telah meresmikan gedung pengelola Kebun Raya Sipirok. Bupati pada kesempatan itu menceritakan bagaimana proses pembangunan awal dari Kebun Raya Sipirok yang dananya berasal dari partisipasi CSR PT Bank Sumatera Utara (Sumut). Dimana, proses kerjanya berlangsung selama dua tahun anggaran atau secara bertahap. Pembangunan dari Kebun Raya Sipirok itu merupakan tindak lanjut dari MoU (nota kesepahaman) yang telah dijalin antara Pemkab Tapsel dengan LIPI di Kebun Raya Bogor, pada 2018 lalu. Artinya, Kebun Raya Sipirok hadir tidak secara instan. Syahrul mengaku, jika pandemi Covid-19 tidak ada di Indonesia seperti saat ini, awalnya dia berkeinginan supaya Menara Pandang Sipirok diresmikan Ketua Umum Yayasan Kebun Raya Indonesia, Megawati Soekarno Poetri. "Tapi, bagaimanapun juga kita harus tetap bersyukur atas semua kondisi ini," ungkap Bupati. Bupati juga mengucapkan terima kasih ke PT Bank Sumut atas partisipasinya dalam rangka proses pembangunan Kebun Raya Sipirok itu. Syahrul menyebut jika PT Bank Sumut adalah bagian yang tak terpisahkan dari Pemkab Tapsel. Sebelum dirinya menjabat sebagai Bupati, saham Pemkab Tapsel di PT Bank Sumut hanya Rp33 miliar. Dari Rp33 milyar itu, dividen yang diterima Pemkab Tapsel hanya Rp15 milyar. Setelah dirinya dilantik periode pertama Bupati Tapsel pada 12 Agustus 2010, Syahrul akui belajar dengan mantan Dirut PT Bank Sumut yang saat ini menjadi anggota DPR RI, Gus Irawan Pasaribu untuk meningkatkan saham di PT Bank Sumut. Di awal dirinya menjabat, APBD Tapsel yang diterimanya hanya Rp500 milyar lebih. Angka Rp500 milyar itu, kata Syahrul, devisitnya lumayan besar. Kalaupun diambil pada waktu itu dividen, tidak sampai 15% dari kewajiban kepada pihak ketiga, karena terjadi devisit Rp90-an milyar. Maka, pada waktu itu, mulai 2010 sampai 2021 karena sudah masuk masa akhir jabatan, Pemkab Tapsel telah melakukan penyertaan tambahan modal kurang lebih Rp200 milyar di PT Bank Sumut.

"Namun, dari penyertaan tambahan modal Rp200 milyar itu, selama 10 tahun kurang 3 hari (menjabat Bupati), yang kita terima, termasuk dengan dividen dan CSR Rp529 milyar lebih. Bayangkan itu," tegas Bupati. Kalau tidak demikian, sebutnya, dari mana jalannya melakukan pembangunan Kebun Raya Sipirok yang indah seperti saat ini. Memang, katanya, jadi seorang pemimpin itu harus cerdas. Dari nomenklatur keuangan, deviden PT Bank Sumut itu masuk ke pendapatan asli daerah (PAD) Pemkab Tapsel. Hingga kini, lebih tinggi PAD Kabupaten Tapsel. Itulah cara-cara dari Pemkab Tapsel di bawah kepemimpinannya dalam rangka mengakselerasi pembangunan supaya pendapatan daerah maupun masyarakat bisa meningkat. Dulu juga, sebelum dia menjabat sebagai Bupati Tapsel, atau belum lagi ada 33 kabupaten/kota masih hanya 28 di Sumut, Tapsel berada di urutan ke-7 dan ke-8 pemegang saham terbesar di PT Bank Sumut. "Sekarang Alhamdulillah, di 33 kabupaten dan kota yang ada di Sumut, karena kita taat azas, taat aturan terhadap setiap rapat umum pemegang saham (RUPS), maka saat ini, kita (Pemkab Tapsel) menjadi pemegang saham terbesar di PT Bank Sumut dari 33 kabupaten/kota di Sumut," tandas Bupati. Syahrul juga kisahkan bagaimana pihaknya dulu berjibaku dalam proses pembangunan komplek perkantoran Bupati Tapsel. Yang selalu mendapat penolakan dari warga yang tidak mengerti diperuntukkan untuk apa bangunan itu nantinya. Jadi, proses itu semua, bukan terjadi secara instan. Tapi butuh perjuangan yang intens. Begitulah seorang pemimpin yang harus terus berjuang demi kemajuan daerahnya. Sementara, Direktur PT Bank Sumut, Muhammad Budi Utomo, turut memuji kecerdasan dan kemajuan berpikir dari Bupati dalam membangun Tapsel. Dimana, 2 tahun silam, Budi sempat didatangi Syahrul dengan tujuan menyerahkan maket areal Kantor Bupati Tapsel. Saat itu, baru terbangun Kantor Bupati saja. Selanjutnya, Syahrul menjelaskan di areal Kantor Bupati Tapsel akan didirikan hutan kota beserta isinya. Budi terkejut, bahkan menganggap konsep pemikiran Bupati itu, sama seperti yang ada di Putra Jaya, Malaysia. Dimana, pembangunan areal kantor pemerintahan bisa terintegrasi.

Maka dari itu, pihaknya berkoordinasi dengan PT Bank Sumut pusat untuk bisa berpartisipasi dalam pembangunan komplek perkantoran Bupati Tapsel itu. Sebab, dalam CSR PT Bank Sumut itu ada tiga pilar yang diperhatikan yakni, ekonomi, pendidikan, serta lingkungan hidup. Dan, ketiga unsur ini ada di dalam komplek perkantoran Bupati Tapsel. "Jadi, jauh sebelum Covid-19, Bupati telah memikirkan, bagaimana Tapsel ini bisa menjadi kawasan destinasi wisata. Jadi, tidak hanya di Danau Toba saja. Ke depan, Insya Allah, Tapsel akan menjadi tujuan wisata yang ada di Sumut ini," katanya. Senada diungkapkan Wakil Ketua DPRD Sumut, Harun Mustafa Nasution. Diakuinya jika saat ini banyak perubahan yang terjadi di Kabupaten Tapsel terkhusus di kawasan Kantor Bupati Tapsel. Yang mana, dulunya kawasan sunyi, tanpa geliat pembangunan. Mustafa mengaku, pemikiran brilian dari Bupati Tapsel saat ini, sangat dibutuhkan rakyat Sumut. Sedangkan, Ketua DPRD Tapsel Husin Sogot Simatupang secara tegas mengatakan, bahwa sudah menjadi tugas dan tanggungjawab segenap elemen untuk mampu menjaga dan merawat apa yang telah dibangun tersebut supaya jadi warisan bagi anak cucu ke depan. Kiranya, harap Sogot, pemimpin Kabupaten Tapsel ke depan dapat meningkatkan apa yang telah diwariskan Syahrul saat ini. Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tapsel, Chairul Rizal Lubis, melaporkan bahwa, Kebun Raya Sipirok berdiri di atas lahan seluas 90 Hektare dan merupakan hasil rancangan konsultan yang telah dibina dan dibimbing oleh LIPI. Dimana, persyaratan Kebun Raya dikatakan ideal, jika sarana prasarananya sudah lengkap. "Di antara sarana dan prasarana itu adalah Guest House. Selain itu, ada gerbang, gedung pengelola, paramet, rumah kaca. Kemudian berbagai infrastruktur jalan primer dan sekunder, termasuk juga taman pengobatan," sebutnya. Tak hanya itu, Kebun Raya Sipirok juga meliputi Aula dan Balai Room Salacca. Aula itu terdiri dari beberapa ruang yakni, ruangan rapat, makan, pengelola Kebun Raya, mini bar, dan dapur. Selain itu ada juga ruang VVIP. Setiap ruangan, terdiri dari dua kamar dan dua kamar mandi. Lalu, ada 6 ruangan dengan fasilitas yang sama dengan VVIP, namun ukurannya yang lebih kecil. Turut hadir pada peresmian guest house, Forkopimda, Wabup Tapsel Aswin Efendi Siregar, Sekda Parulian Nasution, para Asisten, Staf Ahli, pimpinan OPD, Kabag, Camat se-Tapsel, Ketua MUI Tapsel, Ketua FKUB dan Raja Luat Sipirok. (Humas dan Protokol Tapsel)