Pemkab Tapanuli Selatan Sambut Tim Monitoring TP PKK Sumut, Gus Irawan Tekankan Sinergi Tingkatkan Kesejahteraan Keluarga
TAPANULI SELATAN – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) menyambut kunjungan Tim Monitoring Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Sumatera Utara dalam rangka Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Tahun 2026, Jumat (3/7/2026).
Monitoring dilaksanakan secara serentak di lima lokasi yang menjadi desa binaan TP PKK Kabupaten Tapanuli Selatan, yaitu Lomba UP2K PKK (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga) di Desa Sugi Kecamatan Marancar, Lomba Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR) di Desa Aek Badak Julu Kecamatan Sayurmatinggi, Lomba Tertib Administrasi PKK di Desa Telo Kecamatan Batang Toru, Lomba Aku Hatinya PKK di Desa Huraba Kecamatan Angkola Timur serta Monitoring IVA Test di Kecamatan Muara Batang Toru.
Kegiatan dihadiri Staf Ahli TP PKK Tapsel Ny. Zakia Jafar Syahbuddin Ritonga, Ketua Bidang II TP PKK Ny. Ira Sofyan Adil Siregar, Staf Ahli Bupati, Pimpinan OPD, camat, kepala desa/lurah, kader TP PKK, serta Tim Monitoring TP PKK Provinsi Sumatera Utara.
Dalam sambutannya di Desa Sugi, Bupati Gus Irawan Pasaribu menyampaikan apresiasi atas kehadiran Tim Monitoring TP PKK Provinsi Sumatera Utara.
Menurutnya, program UP2K PKK sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Tapanuli Selatan untuk mewujudkan masyarakat yang maju, berkarakter, unggul, sehat, cerdas, dan sejahtera.
Ia menegaskan peningkatan pendapatan keluarga merupakan salah satu prioritas pembangunan daerah yang telah dituangkan dalam RPJMD Kabupaten Tapanuli Selatan. Karena itu, sinergi antara TP PKK dan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) harus terus diperkuat agar berbagai program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih optimal.
"PKK memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung pemerintah meningkatkan kesejahteraan keluarga. Kolaborasi yang baik antara PKK dan seluruh OPD menjadi kunci keberhasilan berbagai program pemberdayaan masyarakat," ujar Gus Irawan.
Bupati juga mengungkapkan bahwa Kabupaten Tapanuli Selatan berhasil meraih penghargaan sebagai daerah berprestasi dalam penurunan angka kemiskinan dan stunting pada tahun 2025, meskipun sebelumnya sempat dilanda bencana banjir dan longsor.
Menurutnya, angka kemiskinan Tapsel terus menurun menjadi sekitar 6,6 persen, sementara prevalensi stunting berhasil ditekan hingga sekitar 6 persen, jauh di bawah rata-rata nasional maupun Provinsi Sumatera Utara.
Selain itu, Gus Irawan memaparkan berbagai program prioritas pemerintah daerah yang saat ini tengah dijalankan, di antaranya Gerakan Perang Melawan Narkoba, Perang Melawan Rentenir melalui Program KUR Berkah Bank Sumut, serta pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbunga nol persen bagi masyarakat di daerah terdampak bencana untuk mempercepat pemulihan ekonomi keluarga.
Ia juga mendorong pengembangan produk unggulan desa, seperti gula aren dan gula semut, agar dapat dipasarkan lebih luas melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai off taker hasil produksi masyarakat.
Tidak hanya itu, Bupati turut mengangkat keberhasilan Desa Sugi dan Kecamatan Marancar dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui kearifan lokal Hatabosi dan pengembangan program Lubuk Larangan yang dinilai mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian sumber daya alam.
Di akhir sambutannya, Gus Irawan berharap seluruh program TP PKK tidak berhenti sebatas perlombaan, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Yang terpenting bukan hanya menjadi juara, tetapi bagaimana program PKK mampu meningkatkan pendapatan keluarga, menurunkan angka kemiskinan dan stunting, serta menjadi contoh bagi desa-desa lainnya di Kabupaten Tapanuli Selatan," tegasnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Tapanuli Selatan Ny. Murni Gus Irawan Pasaribu menyampaikan komitmen TP. PKK Tapsel untuk terus memperkuat pembinaan kepada seluruh desa binaan melalui pelaksanaan 10 Program Pokok PKK. Menurutnya, kegiatan monitoring menjadi momentum untuk mengevaluasi sekaligus meningkatkan kualitas pelaksanaan program agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Di sisi lain, Ketua Tim Monitoring TP PKK Provinsi Sumatera Utara, Rika Astri Sari Siregar, menjelaskan bahwa monitoring merupakan bagian dari rangkaian Hari Kesatuan Gerak PKK Tahun 2026 sebagai tindak lanjut hasil supervisi yang telah dilakukan sebelumnya.
Ia menegaskan bahwa monitoring bukan sekadar kegiatan seremonial ataupun penilaian lomba, melainkan untuk melihat secara langsung implementasi 10 Program Pokok PKK di lapangan sekaligus mengukur komitmen seluruh jajaran TP PKK dalam melakukan pembinaan kepada desa binaan.
Rika juga mengingatkan seluruh TP PKK kabupaten agar tertib melakukan penginputan laporan melalui aplikasi Sistem Informasi Pelaporan dan Data (SIPANDA) karena menjadi salah satu indikator penilaian menuju tahap evaluasi tingkat provinsi.
"Kami berharap kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada kemenangan, tetapi mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat dan melahirkan desa-desa percontohan yang dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Sumatera Utara," ujarnya.
Melalui kegiatan monitoring ini, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan optimistis sinergi antara pemerintah daerah, TP PKK, serta seluruh elemen masyarakat akan semakin kuat dalam mewujudkan keluarga yang mandiri, sehat, sejahtera, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.