Sampel Minyak Diteliti di Kementerian ESDM
PALAS-METRO; PT Mosesa Petrolium yang bergerak di bidang pertambangan membawa sampel minyak yang keluar dari sumur air milik Sutor Hasibuan (33), warga Pasar Huristak, Kecamatan Huristak, Kabupaten Padang Lawas (Palas), Selasa (27/7) sore ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Jakarta untuk dilakukan penelitian.
"Saat ini sedang diteliti. Namun untuk sementara, PT Mosesa melaporkan sumur minyak tersebut baunya ke jenis minyak solar," kata Bupati Palas Basyrah Lubis SH ketika dikonfirmasi METRO, Rabu (28/7).
Diutarakan Basyrah, bau minyak solar dari sumur yang ditemukan tersebut, sangat aneh atau unik. Apalagi keluar dari sumur air warga. Kemudian juga karena lebih spesifik bentuknya dan bisa langsung digunakan warga. "Biasanya tidak seperti itu," ungkapnya.
Untuk diketahui, sumur biasa yang dipakai airnya untuk mandi, cuci dan kakus oleh Sutor Hasibuan dan keluarganya diketahui mengeluarkan minyak, dan sempat membuat warga geger. Bahkan banyak warga mengambil minyaknya karena bisa langsung digunakan dan dinyalakan.
Seperti diberitakan sebelumnya, sumur milik Sutor Hasibuan, yang biasa dipakai untuk mandi, cuci dan kakus (MCK), mendadak menggegerkan warga. Sumur yang letaknya di dapur rumah tersebut airnya berubah dan mengeluarkan cairan mirip minyak yang bau dan jenisnya seperti solar, atau juga minyak tanah.
Camat Huristak Hasnan Siregar didampingi pemilik sumur, Sutor Hasibuan kepada METRO, Selasa (27/7) menuturkan, perubahan sumur yang biasa digunakan untuk MCK menjadi sumur mirip minyak itu berawal saat terjadinya gempa bumi pada Sabtu (24/7) pagi sekira pukul 07.00 WIB. Setelah gempa mengguncang wilayah Tabagsel atau sekitar tiga jam kemudian, Sutor, berencana mandi di kamar mandinya.
Namun, ketika mengambil air dengan ember di sumur, tiba-tiba dia mencium bau solar atau minyak tanah yang menyengat dari sumurnya. Sementara warna air pun juga berubah.
Melihat ada perubahan baik pada warna serta cairan yang menggumpal-gumpal tidak seperti lazimnya air biasa, Sutor pun memanggil istrinya yang kesehariannya menjual barang-barang kelontong di depan rumahnya.
"Pada saat itu juga saya beritahukan ke warga sekitar kalau air sumur saya berubah menjadi minyak. Warga kemudian berbondong-bondong mendatangi rumah saya untuk melihatnya. Warga pun takjub melihat keajaiban tersebut. Bahkan ada warga yang seperti mual saat mencium air di sumur yang berbau minyak tanah atau solar itu," ucap Sutor.
Diutarakannya, keanehan yang muncul ketika ada warga Huristak yang mencoba air yang berubah menjadi mirip minyak tersebut untuk digunakan sebagai bahan bakar kompor minyak tanah serta lampu. Ternyata, bisa dipakai untuk bahan bakar.
"Melihat ada warga yang menggunakan sumur minyak tersebut menjadi bahan bakar, warga pun datang berbondong-bondong mengambil sumur minyak saya, bahkan banyak yang datang dari luar desa kami. Kami gratiskan saja, tidak ada kami jual. Siapa yang mau ambil, ambil saja," ucapnya.
Lebih lanjut dikatakan Sutor, diperkirakan sudah ada dua drum minyak yang diambil oleh warga untuk dibawa ke rumah masing-masing dan digunakan sebagai bahan bakar. Bahkan dari pengakuan warga tidak ada bedanya dengan minyak tanah.
"Hasilnya bagus, tidak ada yang beda dengan minyak tanah. Contohnya, kayu dimasukkan saja ke dalam minyak yang baru diambil dari sumur, kemudian dibakar. Apinya pun langsung membara, atau terbakar seperti layakanya bahan bakar minyak tanah. Makanya sekarang kami beritahukan kepada warga agar tidak merokok saat melihat sumur ini," terangnya lagi.
Ditambahkan Sutor, selama ini sumur tersebut tidak digunakannya untuk keperluan air minum, karena warna airnya keruh atau kuning. Usia sumurnya tersebut sekitar 10 tahun dengan kedalaman 10 meter.
Diakuinya, dirinya sangat takut jika rumahnya akan digusur nantinya karena sumurnya tersebut adalah ladang minyak. "Tapi saat ini saya hanya bisa pasrah. Mudah-mudahan ini membawa berkah. Sebab sudah jelas kita lihat bersama ini benar-benar minyak. Minyak dari sumur ini ditumpahkan saja ke tanah, kemudian dibakar, api pun sudah membara," lanjutnya. (amr)
