Pesantren Darul Mursyid, Terbaik di Sumut
Pesantren Modern Terpadu Darul Mursyid (PDM) di Simanosor Julu,
Kecamatan Saipar Dolok Hole Kabupaten Tapanuli Selatan, yang berada di
bawah naungan Yayasan Pendidikan Haji Ihutan Ritonga (Yaspenhir) tidak
hanya aset Tapsel, juga menjadi pesantren kebanggaan Sumatera Utara
(Sumut).
”Pesantren Darul Mursyid merupakan pesantren terbaik di Sumut.
Pasalnya, pencapaian prestasi yang diraih setiap tahunnya selalu
meningkat,” ujar Kepala Tata Usaha (KTU) Kantor Wilayah (Kanwil) Depag
Sumut, Drs HM Idrus Hasibuan MPd mewakili Kepala Kanwil Depag Sumut di
acara wisuda 84 santri/wati Madrasah Aliyah (MA) PDM angkatan XI, di
aula PDM, Selasa (26/5) lalu.
Ayah dari salahsatu alumni PDM lima tahun lalu yang saat ini masih
kuliah di negeri jiran, Malaysia, mengatakan, tolak ukur sebagai
kategori terbaik dilihat dari tingkat kelulusan santri/wati setiap
tahunnya yang mencapai 100 persen, dan banyaknya jumlah santri/wati PDM
yang lulus masuk PTN ternama di Indonesia termasuk ke luar negeri
setiap tahunnya.
”Kita harus bangga akan keberadaan PDM dalam mengembangkan ilmu dan
teknologi yang dibarengi ilmu keagamaan yang kuat menggapai generasi
muda penerus bangsa yang cerdas yang berakhlak mulia. Wisuda tahun ini
merupakan awal dan gerbang bagi anak-anak kami untuk meraih sukses di
masa depannya. Selamat dan sukses bagi anak-anak kami yang diwisuda,”
ungkapnya.
Ketua Umum Yaspenhir PDM, H Jafar Syahbuddin Ritonga SE MBA menegaskan,
setiap tahun pesantren selalu melaksanakan pembenahan dan perubahan
baik dari segi mutu pendidikan maupun pemenuhan fasilitas penunjang
proses-belajar mengajar.
Sasarannya, agar cita-cita PDM yang memiliki visi-misi untuk menjadi
pesantren terbaik di Sumut dalam hal prestasi dan fasilitas pada tahun
2010, yang melahirkan dan menjadikan manusia Indonesia yang Islami,
mandiri dan intelektual berdasarkan kepada kesempurnaan manusia dalam 3
H yaitu Head, Hand and Heart (kematangan intelektual), kematangan
kemandirian dan kematangan rohani) bisa tercapai.
Salahsatu contohnya, di tahun 2009 ini saja, PDM sudah mengucurkan
sekitar Rp2 miliar untuk pembangunan penunjang kelancaran proses
pendidikan di pesantren, seperti penambahan sarana dan gedung
laboratorium bahasa, IPA, lapangan ekstrakulikuler seperti
perbengkelan, sablon, penyediaan perangkat komputer guna membuka akses
internet dan sebagainya.
Turut hadir dalam wisuda santri/wati PDM angkatan XI ini yakni Kabid
Pekaponpes dan Penamas Kanwil Depagsu, Drs Buchori Muslim Nasution,
MAg, Kepala Depag Tapsel, H Hasyim Hasibuan, Ketua MUI Tapsel, H Amsir
Saleh Siregar, Direktur PDM, Drs Adlin Ahmadi Sito, MPd dan Kepala
Sekolah (Kasek) MA Darul Mursyid, Drs Yusri Lubis, Humasy PDM, Hamdani
Siregar SE dan seluruh pegawai dan guru PDM, wali santri/wati dan
undangan lainnya.
Di tahun ajaran 2008/2009 ini, pesantren yang dikelilingi perbukitan
dan di pelosok desa ini memiliki sekitar 600-an santri/wati Madrasah
Tsanawiyah (MTs) dan sekitar 300-an santri/wati MA, khusus kelas 3 MA,
tahun ini ada 64 santri/wati PDM yang diusulkan masuk PTN melalui jalur
Panduan Minat dan Prestasi (PMP) dan sementara sudah 22 santri/wati
yang dinyatakan lulus ke PTN ternama di Indonesia, sedangkan sebagian
lagi masih menunggu pengumuman. Di mana target PDM minimal tahun ini
ada 35 santri/wati yang masuk PTN jalur PMP di luar jalur SPMB.
Sementara tahun lalu, dari 54 santri/wati kelas 3 PDM yang diusulkan
masuk PTN jalur PMP ada 42 santri/wati dan yang diterima sebanyak 28
santri/wati. (neo)
